berjuang

   

         

      

Ku terjatuh, ku terperih …
mengarungi garis hidup linier dengan titik bercabang surga dan neraka
sambil mengumpulkan daun berserak yang bernama hikmah
sesekali aku jatuh dan berkata, bangun !
karena hari esok belum tentu ada

ku menengok ke belakang dan ke samping
melihat siapa yang bersama ku saat ini
kadang ternyata aku sendirian
kadang sahabat mendampingi

baris demi baris bait-bait dari lauful mahfudh sudah mulai terlewati
kadang ku merasa bait-bait itu kosong
kosong dengan pengabdian dan penghambaan
kadang bait-bait itu terisi penuh hingga mengeluarkan darah dan air mata
namun aku yakin
semuanya akan selalu indah ….

*** sebuah renungan seorang hamba yang fakir dalam perjuangan menegakkan kalimat Nya

Leave a Reply