Archive for July, 2006

takut untuk sekolah lagi

Saturday, July 15th, 2006

    Ada sebuah planning yang diharapkan oleh orang tuaku manakala aku sudah lulus sarjana, yaitu melanjutkan sekolah, raih ilmu dan gelar sebanyak yang aku bisa. Pada awalnya aku menganggap hal itu merupakan hal yang wajar, meskipun secara pribadi aku tidak terlalu suka gelar yang terlalu tinggi, yang belum tentu sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki. Apalagi ditambah orientasiku sangat berbeda dengan orientasi orang tuaku dalam memandang permasalahan sekolah. Orang tua ku menganggap bahwa sekolah formal merupakan sebuah prestise dan kebanggaan tersendiri, apalagi ditambah ketika lulus langsung kerja dan mempunyai jabatan yang tinggi. Bagiku memang hal itu tidak sepenuhnya salah, namun bagiku, life university lebih penting, sebuah proses pendewasaan berfikir, perpikir kritis dan terbuka, berinovasi tanpa harus dibebani dengan landasan teori yang pernah ada, yang belum tentu sesuai dengan permasalahan yang berkembang, merupakan buah dari life university.
    Aku merupakan tipe orang yang berpikir terbuka, yang tidak terbelenggu dalam suatu pola pemikiran tertentu (kecuali dalam hal spiritual). Aku memang orang yang sangat suka membaca, terkadang aku merasakan banyak manfaat dari membaca, namun sering juga ternyata karena membaca aku menjadi seorang tekstualis yang tidak bisa bepikir lebih jauh dengan menembus batasan teori-teori yang ada dalam buku yang aku baca. Ada hal yang sering aku iri terhadap orang yang jarang membaca, mereka bisa berpikir merdeka, pola berpikirnya tidak  dibatasi dengan suatu teori apapun yang ada dalam buku, sehingga menghasilkan condition oriented solution.
    Permasalahan yang harus dihadapi dalam hidup ini sangat unik, tidak ada satupun masalah yang benar-benar sama mirip, sehingga aku merasa seharusnya solusi yang dihasilkanpun harus benar-benar unik, yang tidak pernah sama, atau terikat dengan aturan-aturan tertentu. Hal inilah yang merupakan permasalahan utama ketika kuliah. Aku merasa kuliah hanya memaksa orang untuk berpikir seragam, memang pada hasilnya ada beberapa yang beda, namun saya yakin bedanya pun tidak jauh. Kenapa orang berpikir seragam, karena dengan kuliah cara-cara berpikir merekapun sudah terkerangka dengan suatu teori yang sudah ada, sehingga kerangka dan pola berpikirnya setiap orang dalam perkuliahan selalu sama tidak boileh berbeda, apalagi ketika ada dosen yang mengharuskan mahasiswa ketika menyelesaikan permasalahan harus sesuai dengan teori yang ada. Hal inilah yang merupakan penyebab utama kenapa sekolah hanya akan menghancurkan inovasi seseorang. Kalau dipikir pikir apa sih kesakralan teori-teori yang sudah ada ???? Sebagai contoh, dalam mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak yang aku hadapi di semester 4 dan 6, kita diwajibkan untuk menurut dengan kerangka berfikir seseorang, padahal bisa jadi dia mempunyai cara sendiri yang unik yang mungkin berbeda dan lebih baik dengan teori yang sudah ada. Hal inilah yang membuat aku taku untuk kuliah lagi dan mendingan kuliah di life university yang membuat ku bebas berpikir dan berkreasi semau apa yang aku mau ….. :)

Innosolution

Saturday, July 15th, 2006

    Kerja bersama dalam sebuah tim mentuntut sebuah konsekuensi bahwa setiap permasalahan yang ada harus diselesaikan dalam sebuah kerangka berfikir yang disepakati bersama, entah itu ditentukan oleh seorang pemimpin dalam sebuah tim, atau ditentukan oleh personal dalam sebuah tim tersebut. Ada sebuah kondisi yang menarik perhatianku dalam penyelesaian permasalahan dalam tim dan kepanitiaan yang aku alami beberapa hari ini. Sudah seperti sebuah sifat yang manusiawi manakala seseorang telah berhasil menemukan sebuah solusi terhadap permasalahan yang dialami akan merasa sangat bahagia. Namun dalam beberapa hari ini aku berfikir, ada sesuatu yang mengerikan ketika sebuah solusi dalam suatu permasalahan telah ditemukan. Sesuatu yang mengerikan itu adalah kemungkinan matinya inovasi yang dialami oleh tim dan individu penyusun tim itu.
    Menurutku, ada beberapa hal yang menyebabkan matinya sebuah inovasi dalam sebuah tim ketika menyelesaikan suatu permasalahan. Penyebabnya antara lain :

  1. Buruknya kondisi diskusi dan sharing ide dalam sebuah tim, hal ini mungkin disebabkan karena kediktatoran seorang pemimpin yang memaksakan     pendapatnya, atau kurang mampunya seorang pemimpin dalam memberikan stimulan kreativitas serta mengelola pendapat yang ada dalam sebuah tim
  2. Kurang beraninya pemimpin dan anggota dalam mengambil resiko dalam pemecahan permasalahan karena menganggap solusi yang diputuskan belum pernah dicoba, terlalu berubah sangat drastis dengan kebiasaan yang pernah ada, atau mungkin merasa sangat sulit untuk dilakukan
  3. Terbelenggunya kebebasan berfikir karena adanya kerangka berfikir yang sudah pernah ada, sehingga merasa salah ketika solusi yang dihasilkan tidak sesuai atau tidak diselesaikan dengan teori-teori dan kerangka berfikir yang sudah ada. Kerangka berfikir dalam hal ini biasanya berkaitan erat dengan teori-teori keilmuan yang sudah ada, padahal kalau dipikirkan lebih lanjut, teori-teori yang ada tersebut merupakan solusi berpikir kreatif karena kurang terakomodirnya permasalahan yang ada dengan teori yang tersedia. Sehingga kalau memang permasalahan yang ada hanya dapat dipecahkan dengan cara berfikir yang baru, kenapa kita masih mempersoalkan kenapa tidak menggunakan teori yang lama
  4. Tidak adanya keberanian mengungkapkan pendapat dari anggota tim, hal ini biasanya disebabkan karena takut idenya dianggap bodoh, atau jawaban yang diberikan dianggap salah
  5. Terbelenggunya seseorang dengan solusi yang pernah ada. Hal ini adalah penyebab yang yang aku maksudkan dalam persoalan diatas. Kebanyakan orang sangat susah berubah atau mau berfikir terbuka ketika ada suatu permasalahan yang harus dipecahkan ternyata merupakan sebuah permaslahan yang pernah dia alami, dan dia pernah menyelesaikannya. Manajemen pemecahan permasalahan bukan merupakan permasalahan matematis yang pasti hanya memiliki satu jawaban, sehingga sangat aneh manakala seseorang sudah puas dengan jawaban yang pernah dia berikan. Namuan secara manusiawi, manusia selalu mencari perasaan nyaman dan nikmat, sehingga sangat sukar untuk berubah atau mau menerima suatu ide baru yang mungkin berbeda jauh dengan ide-ide sebelumnya yang dianggap berhasil

Oleh karena itu, hati hati ketika kita menemukan solusi suatu permasalahan dengan cara kita sendiri, karena bisa jadi untuk permasalahan yang sama selanjutnya kita tidak berani berfikir merdeka dengan cara menghancurkan ide yang pernah kita bangun dan membangunnya kembali dengan sebuah ide baru yang jauh lebih dahsyat !!!!!

FAITO…FAITO…FAITO !!!

Road to UPGREATING PDKT 2006

Monday, July 10th, 2006

    Teringat perkataan seorang tokoh perjuangan Afghanistan melawan Rusia, Sheikh Abdullah ‘Azzam, beliau mengatakan, bisa jadi perang ini hanya berlangsung beberapa hari, atau bahkan hanya beberapa jam, namun persiapannya lah yang memakan waktu bertahun-tahun, sebuah waktu yang panjang yang membutuhkan ketahanan, kemauan yang keras, dan jiwa seorang ksatria.
    PDKT merupakan sebuah proses yang hanya berlangsung selama 7 hari, jangka waktu yang tidak terlalu panjng untuk sebuah proses yang berharap akan berubahnya sebuah paradigma yang bisa jadi telah ada sejak kurang lebih 18 tahun yang lalu. Apalagi proses pembentukan paradigma merupakan sebuah proyek jangka panjang yang tidak semudah mengucapkannya. Paradigma berawal dari sebuah persepsi, kemudian tumbuh muncul menjadi motivasi, sehingga menghasilkan suatu tindakan, jika tindakan itu berulang-ulang, maka jadilah ia sebagai kebiasaan, ketika sudah menjadi sebuah kebiasaan jadilah ia sebagai karakter dan paradigma. Jelaslah proses membentuk sosok mahasiswa ideal tidak hanya membutuhkan waktu sehari dua hari atau bahkan sebulan, namun bisa jadi membutuhkan waktu lebih panjang dari itu.
    Namun apa yang mau dikata, waktu untuk pelaksanaan PDKt memang sudah menjadi sebuah harga mati untuk mahasiswa, sekarang tinggal bagaimana OC dan SC memaksimalkan waktu yang ada itu. Seperti tadi yang dikatakan diawal, show time PDKT 2006 bisa jadi hanya berlangsung dalam 7 hari, namun persiapannya lah yang akan menghabiskan banyak energi dan stamina, sehingga hanya orang-orang yang terpilih saja yang mampu bertahan.

jenuh

Monday, July 10th, 2006

    Jenuh adalah sebuah permasalahan yang sangat serius yang sering muncul dalam suatu tim. Jenuh merupakan sebuah kondisi  natural yang, seperti halnya kondisi manusia yang kadang semangat, kadang jenuh, dan kadang biasa saja. Yang menjadi permasalahannya adalah, bagaimana suatu tim dapat mengatasi kondisi jenuh tersebut, karena kondisi tersebut sudah pasti akan terjadi dalam sebuah tim.
    Ada beberapa sinyalemen yang muncul manakala sebuah tim sedang memasuki tahap kejenuhan, yang pertama adalah semakin tidak efektifnya rapat dan pembahasan. Hal ini disebabkan kurang adanya kontribusi personal dalam tim dalam memberikan ide dalam pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu dapat pula disebabkan oleh  tidak fokusnya personal dalam melakukan pembahasan, namuan faktor kurang fokusnya pembahasan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dalam tim.
    Sinyalemen yang kedua adalah kurangnya ide kreatif yang muncul dalam sebuah tim. Kejenuhan dialami manakala segala macam aktivitas yang ada dalam tim hanya merupakan suatu rutinitas, dan rutinitas itu yang biasanya membuat orang akan semakin terbelenggu dalam berfikir, kemudian mengakibatkan dinamisasi yang ada dalam tim akan semakin konstan, padahal dinamisasi inilah yang dapat mengurasni level kejenuhan seseorang atau tim …. tar dilanjutin lagi …

sampai suatu ketika

Friday, July 7th, 2006

Sampai suatu hari ketika bumi tlah kehilangan cakrawala
Di manakah harus kuletakan mendung ini
Kosong
Apakah demikian itu yang harus dijalani
Hingga burungpun malu untuk mengatakan
Kalau tanah ini butuh kesejukan

Hujan tak setiap saat membasuh kering sang mentari
Hanya sekedar menutupi
Tanpa ada sebuah kesadaran untuk memberikan kasih sayang
Seperi dulu yang pernah kau lakukan kepada kita
Sampai kita sudah merasa
Kalau kita adalah seorang pemberani

Apakah harus kukatakan kepada alam
Kalau siang sudah tidak seterang dahulu
Seperti ketika matahari masih tersenyum kepada kita

hingga suatu ketika

Friday, July 7th, 2006

hingga suatu ketika ….
dimana sang mentari sudah enggan untuk bersinar lebih terang
awanpun seakan hanya berlalu tanpa meninggalkan hujan
dan tanahpun seakan sudah bosan dengan ketamakan
kicau burungpun seakan hanya menjadi rintihan panjang keputusasaan
dimanakah keadilan itu ????

hingga suatu ketika …..
labirin hati sudah tertutup tabir kemunafikan
katub-katub penghambaan sudah dirasa usang
sehingga rintihan penindasan malah menjadi nyanyian manis peradaban
inikah keadilan itu ????

apakah peradaban itu selalu dibangun dengan berbagai macam kebusukan
yang menjadikan orang yang berakal seakan menjadi orang gila
yang menjadikan akal sebagai sebuah agama baru tanpa Tuhan
dimanakah fitrah itu ???
sebuah manifestasi suci pengakuan manusia akan eksistensi

tapi aku akan terus menunggu dan mengharap
kapan cahaya itu datang…..