hingga suatu ketika

hingga suatu ketika ….
dimana sang mentari sudah enggan untuk bersinar lebih terang
awanpun seakan hanya berlalu tanpa meninggalkan hujan
dan tanahpun seakan sudah bosan dengan ketamakan
kicau burungpun seakan hanya menjadi rintihan panjang keputusasaan
dimanakah keadilan itu ????

hingga suatu ketika …..
labirin hati sudah tertutup tabir kemunafikan
katub-katub penghambaan sudah dirasa usang
sehingga rintihan penindasan malah menjadi nyanyian manis peradaban
inikah keadilan itu ????

apakah peradaban itu selalu dibangun dengan berbagai macam kebusukan
yang menjadikan orang yang berakal seakan menjadi orang gila
yang menjadikan akal sebagai sebuah agama baru tanpa Tuhan
dimanakah fitrah itu ???
sebuah manifestasi suci pengakuan manusia akan eksistensi

tapi aku akan terus menunggu dan mengharap
kapan cahaya itu datang…..

Leave a Reply