Innosolution
Kerja bersama dalam sebuah tim mentuntut sebuah konsekuensi bahwa setiap permasalahan yang ada harus diselesaikan dalam sebuah kerangka berfikir yang disepakati bersama, entah itu ditentukan oleh seorang pemimpin dalam sebuah tim, atau ditentukan oleh personal dalam sebuah tim tersebut. Ada sebuah kondisi yang menarik perhatianku dalam penyelesaian permasalahan dalam tim dan kepanitiaan yang aku alami beberapa hari ini. Sudah seperti sebuah sifat yang manusiawi manakala seseorang telah berhasil menemukan sebuah solusi terhadap permasalahan yang dialami akan merasa sangat bahagia. Namun dalam beberapa hari ini aku berfikir, ada sesuatu yang mengerikan ketika sebuah solusi dalam suatu permasalahan telah ditemukan. Sesuatu yang mengerikan itu adalah kemungkinan matinya inovasi yang dialami oleh tim dan individu penyusun tim itu.
Menurutku, ada beberapa hal yang menyebabkan matinya sebuah inovasi dalam sebuah tim ketika menyelesaikan suatu permasalahan. Penyebabnya antara lain :
- Buruknya kondisi diskusi dan sharing ide dalam sebuah tim, hal ini mungkin disebabkan karena kediktatoran seorang pemimpin yang memaksakan pendapatnya, atau kurang mampunya seorang pemimpin dalam memberikan stimulan kreativitas serta mengelola pendapat yang ada dalam sebuah tim
- Kurang beraninya pemimpin dan anggota dalam mengambil resiko dalam pemecahan permasalahan karena menganggap solusi yang diputuskan belum pernah dicoba, terlalu berubah sangat drastis dengan kebiasaan yang pernah ada, atau mungkin merasa sangat sulit untuk dilakukan
- Terbelenggunya kebebasan berfikir karena adanya kerangka berfikir yang sudah pernah ada, sehingga merasa salah ketika solusi yang dihasilkan tidak sesuai atau tidak diselesaikan dengan teori-teori dan kerangka berfikir yang sudah ada. Kerangka berfikir dalam hal ini biasanya berkaitan erat dengan teori-teori keilmuan yang sudah ada, padahal kalau dipikirkan lebih lanjut, teori-teori yang ada tersebut merupakan solusi berpikir kreatif karena kurang terakomodirnya permasalahan yang ada dengan teori yang tersedia. Sehingga kalau memang permasalahan yang ada hanya dapat dipecahkan dengan cara berfikir yang baru, kenapa kita masih mempersoalkan kenapa tidak menggunakan teori yang lama
- Tidak adanya keberanian mengungkapkan pendapat dari anggota tim, hal ini biasanya disebabkan karena takut idenya dianggap bodoh, atau jawaban yang diberikan dianggap salah
- Terbelenggunya seseorang dengan solusi yang pernah ada. Hal ini adalah penyebab yang yang aku maksudkan dalam persoalan diatas. Kebanyakan orang sangat susah berubah atau mau berfikir terbuka ketika ada suatu permasalahan yang harus dipecahkan ternyata merupakan sebuah permaslahan yang pernah dia alami, dan dia pernah menyelesaikannya. Manajemen pemecahan permasalahan bukan merupakan permasalahan matematis yang pasti hanya memiliki satu jawaban, sehingga sangat aneh manakala seseorang sudah puas dengan jawaban yang pernah dia berikan. Namuan secara manusiawi, manusia selalu mencari perasaan nyaman dan nikmat, sehingga sangat sukar untuk berubah atau mau menerima suatu ide baru yang mungkin berbeda jauh dengan ide-ide sebelumnya yang dianggap berhasil
Oleh karena itu, hati hati ketika kita menemukan solusi suatu permasalahan dengan cara kita sendiri, karena bisa jadi untuk permasalahan yang sama selanjutnya kita tidak berani berfikir merdeka dengan cara menghancurkan ide yang pernah kita bangun dan membangunnya kembali dengan sebuah ide baru yang jauh lebih dahsyat !!!!!
FAITO…FAITO…FAITO !!!