Kisah-Kisah Manusia Perkasa

Setiap zaman, memang menyimpan
misterinya sendiri-sendiri. Namun, di zaman yang miskin prestasi ini,
tidak ada salahnya kalau kita berefleksi dari sejumlah manusia perkasa.

Sebagai bahan inspirasi, saya mencoba mengumpulkan setumpukan kisah
manusia yang tidak hanya berhasil membuka gembok psikologis, tetapi
juga berhasil memberi warna lain terhadap peradaban manusia.

Kisah awal Soichiro Honda - pendiri dinasti usaha Honda yang
legendaris - adalah cerita tentang murid miskin yang bercita-cita bisa
mendisain piston. Setiap malam, Soichiro muda pekerjaannya hanya
mendisain piston sampai tangannya cacat. Hampir semua uang yang
tersedia di kantong dialokasikan untuk itu. Bahkan, perhiasan isteripun
dia jual habis. Namun, toh tetap tidak cukup untuk membuat mimpinya
menjadi kenyataan. Belakangan, setelah merasa yakin piston yang
didisain cukup meyakinkan, datanglah dia ke pabrik mobil Toyota.
Tetapi, nasib mujur belum memihak kepadanya. Toyota menolak rancangan
piston terakhir. Dibutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mendisain
ulang piston tadi. Dengan membuang rasa malu, Soichoro datang lagi
menjual usulnya ke Toyota. Kali ini, usulannya diterima. Akan tetapi,
keadaan perang - yang membuat perekonomian compang-camping - membuat
semua mimpinya tenggelam.

Tidak mau berhenti mencoba, Soichiro kemudian mendirikan pabrik
piston sendiri. Baru saja ada tanda-tanda awal kemajuan, AS membom
Jepang dan berantakanlah semuanya. Di tengah-tengah ekonomi yang
berantakan ini, ditandai oleh ketiadaan bahan bakar, banyak tetangga
yang memintanya merubah sepeda menjadi motor. Melihat peluang yang
besar, ia kemudian menyurati lebih dari 18.000 toko sepeda untuk
menawarkan jasa yang sama. Ada sekitar 5.000 toko yang memberi respons.
Sukses ? Ternyata belum, karena dalam waktu sekejap terjadi over supply
dalam produk sepeda motor.

Abraham Lincoln, salah seorang presiden AS yang amat dikenang dalam
sejarah dunia, memiliki kisah yang sama menariknya. Di umur 22, Lincoln
gagal menjadi usahawan. Di umur 23 tidak berhasil menjadi anggota
legislatif. Jatuh lagi usahanya di umur 25. Setahun kemudian, kekasih
yang amat dia cintai meninggal dunia. Disusul kemudian oleh datangnya
penyakit depresi mental. Ketika umur menginjak angka 34, 37 dan 39,  ia
kalah lagi secara berulang-ulang dalam pemilihan menjadi anggota
kongres. Tidak letih untuk mencoba, ia kemudian mencoba mencalonkan
diri menjadi senator di umur 46, ternyata gagal lagi. Tatkala angka
usia menginjak 47, kalah lagi dalam pencalonan diri menjadi wakil
presiden. Di umur 49, gagal lagi duduk di kursi senator. Namun, di
umurnya yang ke 52, ia dipilih menjadi presiden AS yang selanjutnya
dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin legendaris.

Demos Thenes adalah seorang penderita kesulitan berbicara pada
awalnya. Demikian parahnya penyakit terakhir, sampai-sampai ia pernah
tidak bisa mengeluarkan satupun kata. Tidak menyerah dalam melawan
penyakit terakhir, ia kemudian latihan ribuan kali sehari. Bahkan,
sering memenuhi mulutnya dengan kerikil. Bayangkan, betapa rumit dan
mahalnya ongkos belajar seorang Demos Thenes. Belakangan, sejarah
Yunani mencatat Demos Thenes sebagai orator paling hebat di zamannya.

Napoleon, kalau ia hidup di Indonesia pada zamannya Habibie ini,
mungkin ia sudah dipanggil oleh jaksa agung AM. Galib karena terlibat
KKN (kecil-kecil nekat). Namun, dengan badannya yang kecil itu, ia
memimpin banyak pasukan bertubuh besar dan berwatak pemberani, untuk
kemudian menaklukkan Eropa.

Werner von Braun, dalam sejarah dicatat sebagai penemu roket. Suatu
hari, ia dipanggil sang boss. Ditanya tentang berapa kesalahan yang
sudah ia lakukan, dengan nada tegas ia menyebut angka 65.121 kali.
Ditanya lagi, perlu berapa kesalahan lagi agar roketnya bisa terbang,
ia menyebut angka 5.000 kali lagi !.

Pemusik terkenal Billy Joel, sekolahnya berhenti di tingkat SMU.
Pernah lama mengisi perut hanya dengan kegiatan menjadi pengamen. Lama
juga tidur di emper setiap malamnya. Satu-satunya kekayaan yang ia
miliki saat itu, adalah seorang pacar. Dan, yang inipun belakangan
kabur tidak tahan. Ia pernah mau mencoba bunuh diri karena hal
terakhir. Namun, kesadaran membawa dia datang ke seorang psikiatri.
Dari sinilah kemudian terbit sebuah kehidupan baru dalam diri Billy
Joel.

Charles Dicken - seorang penulis terkemuka dunia, suatu hari
bercita-cita menjadi seorang penulis. Sembari menjadi tukang tempel
merk di sebuah pabrik lem tikus, ia mengirim tulisan agar bisa
diterbitkan di media. Setelah ribuan kali tulisannya dikembalikan, ia
sangat malu dengan rekan-rekan sekantornya. Tidak mau lebih malu lagi,
ia kemudian mengirimkan tulisannya secara sembunyi-sembunyi hampir
setiap malam. Tidak terhitung, di kiriman yang ke berapa ribu, akhirnya
artikel pertamapun muncul di media.

Saya masih bisa tambah kisah-kisah ini dengan kisah lainnya. Seperti
Walt Disney yang runtuh 302 kali sebelum menjadi proyek kebanggaan
dunia.  Winston Churchill yang masa kecilnya menjadi murid terbodoh.

Anda boleh saja menarik kesimpulan sendiri dari kisah-kisah di atas.
Dan saya setuju dengan Anthony Robbins yang pernah menulis :
‘repetition is the mother of skills’. Lebih-lebih jika pengulangan
terakhir diramu dengan keberanian. Bagi saya, di balik keberanian
tersembunyi kekuatan dan keajaiban. Anda punya pengalaman lain ?

Leave a Reply