Archive for March, 2007

dia

Wednesday, March 28th, 2007

diajaknya diriku
berdendang bersama gemericik air
bersenandung bersama rerumputan
mengalun bersama nafas alam

diremukkannya diriku
hingga menjadi butir-butir halus tanpa beban
bebas melayang menelanjangi setiap sudut alam
setinggi puncak gunung
sedalam dasar samudera

dilarutkannya diriku
sampai menyatu dengan kabut
yang darinya setetes embun kesejukan muncul
dan seberkas senyum pagi berpendar

namun sampai kapan kesejatian ini bertahan ???

Wednesday, March 28th, 2007

Baru kali ini ada
nurani merejam dirinya
kesadaran menyiksa pemiliknya

Perih

Seperti merenggut jantung
dari rongga tempatnya berdegup

Nurani yang menuntut pertanggungan
atas jiwa yang pernah tersusupi hasrat rendah
Kesadaran untuk mengembalikan
putihnya persemaian janji

Perih
Dan membelenggu

Namun mesti dikenakan
Hingga saatnya tiba

Pulanglah bergegas jiwaku
terlampau cukup pelesiranmu
Tanpa kukenali tempat-tempat
singgahmu

Kubahku tak kuasa menopang
pada pijakan-pijakan pendakian
Tanpa engkau bersamanya

Seluruh yang terbersit
hanya setara angan gamang
Tanpa lenteramu didalamnya

Semua yang terlantun
hanya senilai selongsong hampa
Tanpa panduanmu dihadapannya

Segala yang tergerak
hanya desau bayangan dalam gulita
Tanpa hadirmu

Tanpa semayammu
Kubah hanyalah susunan kosong
tak berbinar tak berarah
Tak sampai pada padang kedekatanNya

Wednesday, March 28th, 2007

    Sepertinya jiwa ini sudah terlalu lama berpelesiran. Ada rasa bosan juga dalam diri ini ketika menyelami waktu-waktu yang baru saja berlalu. Seolah-olah diri ini sudah merasa cukup sampai disini perjalanan ini. Namun setelah kebosanan itu hinggap baru diri ini tersadar bahwa tangga emas kehidupan yang harus ditempuh masih sangat panjang, bahkan sepertinya masih terbentang jarak sepanjang ufuk untuk melalui semuanya. Ketika diri ini melihat kebelakang, diri ini baru tersadar bahwa sang jiwa baru melewati beberapa anak tangga yang pendek dan kecil. Bahkan terlalu pendek untuk diceritakan dan dibanggakan. Padahal di depan sana sudah menanti tangga-tangga kedewasaan yang tinggi dan licin, yang butuh energi dan ketahanan yang lebih ekstra dalam melaluinya.

    
   

potongan lembar persembahan buku Tugas Akhir

Saturday, March 24th, 2007

Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. The Almighty Allah SWT untuk
keajaiban-keajaiban yang telah Dia berikan

2. Muhammad SAW the Prophet untuk
prinsip dan keteladanannya

3. Ibu dan Bapak tercinta dengan
kasih sayangnya yang tulus tak lekang oleh waktu telah mempercayakan penulis
untuk bermain, mencipta, dan berkarya, yang dalam setiap nafasnya terhembus doa
untuk anak-anak nakal nya, Allahumma
fighri waliwalidayya warhamhuma rabbayaani sighaara

      4.   Bapak Fazmah Arif Yulianto selaku Pembimbing yang telah memberikan                     kesempatan, petunjuk, pengarahan, waktu, koreksi, bimbingan dan                         terutama kelapangan hati untuk membimbing mahasiswa bimbingan yang                 lama selesainya ini.

5. My Lovely Brother Danu Ibrahim
Rifa’i atas berbagai macam dorongan dan motivasi untuk terus melangkah. I Love
you Brother.

6. Keluarga Abdul Karim dan Wito
Diharjo di kampung, yang tidak pernah berhenti berdo’a untuk penulis

7.  Kangmasku Rizqon Lazuardi di
Telkomsel Surabaya, matur nuwun banget atas berbagai macam bantuan dan
masukannya selama ini, insya Allah aku menyusul secepatnya he he he he ….

8. Aristya Widi Eriandi, Ardian
Widhianto dan Ahmad Khairuddin atas berbagai macam bantuan yang diberikan yang
telah memberikan kontribusi besar terhadap keberlangsungan Tugas Akhir ini

9. My Soulmates Ever (Alex Junianto,
Fendhi Rahmadi, Didit Nur Rahman, Ade Shintaro, Wisnu Ari Wibowo, Yoga Arif W)
It’s great to be one of you fellows…

10. Teman-teman I 5, II 8, The Soul
Sick 3 IPA 5 SMA Negeri 1 Solo 2001/2002 (Ardianto Wibowo, Dias, Yoga Bangsat,
Maskhun, Nugroho, Harseno, Ari, Alvin, Isti Vila, Nina, Neni, Cebret, Afif
Adhiyan, Danang, Yusfie, Arif, Miladi, Lilik, Supangat, Umang, Bayhaqqi,
Coanna, Inyong, Mbahe, Eri, P Herry) miss you all with all your madness
J 

11. HMIF Elite Squad 05-06 (Erda
Guslinar, Gunawan, Andika Bayu, Arki Rifazka, Medisa Aris Ginanjar, Cecep
Kamiludin, Ahmad Hanafi, Wulan, Evi Ria Zerda, Ardian, Arinto Hardono) yang
telah memberikan banyak pelajaran hidup dan memaksaku untuk lebih cepat dewasa

12. HMIF 04-05 (Abah, Iman, Wahyu,
Alle, Erda, Gunawan, Yunita, Nur Meita, Jenni, Novia, Alin, Gayuh, Sayf, Aryo Bagus,
Desi, Fhira Nhita, Umar Yunan, Ipenk, Adhis, Mimi, Berlin, Melati) thanks for
all

13. Penghuni Istana Perjuangan
Sukabirus A 12 (Tri Wahyu Y, Ahmad Mahfudh, Gunawan, Januar Adi) + Jaya, Irnawan,
Tegar R dengan berbagai macam warna dan coraknya

14. Ibu dan Bapak Deden di Sukabirus
135, Ibu Kos di Gg Selamet 20, Ibu Kos di Sukapura 43, terima kasih telah
menjadi orang tuaku selama di Bandung

15. Penunggu Wisma Oon Sukapura 43
(Arinto, Tora, Novi, Bagus, Wendi, Raden), ndang lulus le ….

16. Teman-teman angkatan 2002 (Erda,
TW, Niko, Dimas, Mast, Bayu, Adri, Hangga, Ameng, Fibie, Andik, Aristya, Wawan,
Marithu, Ade, Tatan, Adi, Widi, Ardian, Fajri, Didi, Topik, Abas, Herfan, Fajar
N, Amin, Lutfi, Wahyu, Fahmi, Bayu, Ridwan, Eko, Jeni, Alle, Dito) yang sangat
amat penulis banggakan, senang berkarya dengan kalian di kampus ini

17. Adik adikku Erfan Fiddin, Rolly
Maulana, Bayu, Qory, Nurhayati Hasanah, Snel, Riza, Risma, Tashya, Rizki, Icha, TP, Refki,
Ferdian, Aditya Septiana, Bagus Rully, Ari, Amel, Renny, Ahmad, Fani, Ina, Vidya,
Luthfia Rahmani, Wittux, Della, Detty, Azir, Bagus Tommi, Andi Ervan, Ikhwan,
Shinji, Ria, Nurkhalis Anshari, Andi Jenggot, Dewangga, Shiddieq, Desiyana,
Erfin, Topan Tambunan,  Nopek, atas
paksaan, tindakan subversif dan represifnya sehingga penulis harus
secepatnya angkat kaki dari kampus ini

18. Mas-mas mbak-mbak ku selama di
STTTelkom, mas Bayu Rusamsy, mas Bayu Syahrial, mas Sugeng, mas Arif, mas Andi,
mas Novrizal, mas Rama, mas Hendi Evany w, mas Tides, mas Doddy, mas Ibnu, mas Jeri, mas Azim, mas Anugrah,
mas Ahmad, mas Yuli, mas Asep, mas Didi 99, mas Dones, Ibrahim Aji, Hanafi, mas
Adhika, mas Agus, mas Sriyanto, mas Luthfi, mbak Astri, mbak Renny, mbak Heppy,
mbak Imma, mbak Siska, mbak Diah, mbak Vivi, mbak Ika untuk pelajaran dan
teladan yang telah diberikan

19. Kassmadji Telkom (Mas’ud, Mas
Agung, Hutomo, Seto Baruno, Arda, Rais, Tomi, Vinda, Kusumo, Adi, Goen, Tegar,
Afaf, Ardian, Sindu, Teguh, Nofi, Mega) Pokoke KASSMADJI Forever Yeeeeaahhhh……

20. Kawan-kawan di Gemolong, Faizal, KD,
Papit, Dika, Pungkas, mas Yacob, Fajar, mas Mamat dan semuanya

21. Mobile Comm Lab Asisten (Mas
Kajang, Mas Aan, Mas Heri, Mbak Yeni, Mbak Tanti, Mas Adhi, Nata, Didin, Buce,
Habibi, Ipul, Eko Prast, Alin, TW, Mas Abul, Mas Dharma, Mas Dadang, Eko Sly,
Eko, Mas Irawan MIMO) yang telah banyak mengenalkan dunia baru untukku

22. Kawan-kawan Lab Jaringan Akses E
101 (Solekan, Nicin, Topik, Gunawan, Ghochi, Broto, Agus, Erda, Didi) sebagai
teman senasib sepenanggungan dalam proses pengerjaan TA

23. Temen teman Creative Organizing
Committee PDKT 2005 (Yunia Raventi, Trisnie, Rafika, Mustiawati, asRiko, Intan,
Snel, Arif S, Mirza, Ius) dengan inovasi dan keberanian mendobraknya

24. Kawan-kawan di IF 26 04 (Ryeo
Brivo H, Bahtiar, Deddy Karyadi, Deddy Rahman, Deddy Hari, Ryan, Fajar Waskito,
Mas Ian, Hendri Purwo H, Sigit, Deni Supriadi, Fajri Rahmanda, Daru
Puspitaningrum, Finny, Rissa Permatasari, Vender, Eko) terima kasih untuk semua

25. Kawan-kawan nongkrong di Student
Center STTTelkom, HMIF, BEM, HMTI, DPM, HIMATEL, Astacala, SWS, Djawa, SKI,
Workshop, Band, Masjur, KSR momen-momen nongkrong tidak akan bisa terlupakan
seumur hidup

26. Temen-temen di RDK 1423 H, Gebyar
Muharram 1424 H, MPAI 2003, PPI 2003, TDK II, DPM 2004-2005, LPPI Kautsar, PDKT
2005, PDKT 2006, LDKO 2005, LDKO 2006, Genia 2005, Geladi 2004, Kerja Praktek
2005, terima kasih

Pemimpi, ST

Saturday, March 24th, 2007

Don’t wait for long, get up now and run fast …..

    Kemarin aku wisuda, titel mahasiswa sudah aku lepaskan, sekarang saatnya aku menjalani hidup yang sebenarnya. Euforia kelulusanku sebenarnya hanya berlangsung satu jam setelah sidang Tugas Akhir awal bulan ini. Selebihnya ya sudah, nothing left, tidak ada yang tersisa. Yang tersisa hanya angan dan mimpi yang harus diwujudkan tepat waktu nanti. Sedangkan wisuda kemarin hanya sekedar pengukuhan bahwa sudah saatnya menuju track hidup selanjutnya.
    Hidup tanpa mimpi memang ibarat hidup tanpa motivasi. Mimpilah yang membuat ruh motivasi diri tetap berdenyut disaat kita jatuh. Mimpi yang membuat kita mempunyai alasan untuk melakukan sesuatu. Dan mimpilah yang dapat membuat kita dapat tersenyum bangga dan bernafas lega ketika berhasil mewujudkannya.

yesterday

Wednesday, March 21st, 2007

    Yesterday  morning I got a new sms from my brother far away in Jogjakarta. He said that he had resigned from his job as a Java and Bali Operational Marketing Staff in Telkomsel. I got a bit surprised as I knew that he was so happy when he got a good job from a reputable and bonafide corporate few months ago. After I got his reason  why he took a "crazy decision" for a common point of a view, i understood that money can’t buy his freedom in enjoying his life. He said that his freedom had been pent up by the height of building and sophisticate bureaucracy of corporate. Morning had lost its sun, day time had lost its bright, and evening had lost its moon.
    Today i have a plan to prepare all my needs for my graduation. It seems I get something missing for my graduation preparation. But what is it ……

oke let’s start…

Tuesday, March 20th, 2007

    Been more then three days perhaps ! feel like years since my last post…. Dunno just not feeling chatty lately, after the postponement of being left up to home before graduation. Everything is in a mess since I have finished my final project a month ago.
    I haven’t prepared all my needs in my graduation yet, it feels like having no passion to attend the graduation. Indeed, graduation is not too important for me, it just like a ceremonial event to inaugurate me as a self support person and as a man who can determine all his life.

    Friday (perhaps), my big family will come to Bandung in order to attend my graduation. I don’t make any plans about activities that might we’ll do in Bandung as i knew that my family is not a "travelholic" family. Several months ago when they accompanied me to Bandung, they just one night stayed in, didn’t go anywhere, and didn’t do anything special. Poor me….

dunno how

Friday, March 16th, 2007

I feel the world has fallen down into my back. Lately, I often lose my concentration and being oblivious.I’ve developed cold and a little bit fever for a week. It makes difficulty to me to think and to reorganize my planing after graduation next week. I hope it will get better as the day progressed…

bisnis

Tuesday, March 13th, 2007

    Ada yang membedakan antar pengecut dan pemberani, pengecut adalah mereka yang hanya bisa berangan-angan untuk mendapatkan hidup lebih baik, namun dari tindakannya sama sekali tidak mencerminkan bahwa dia sedang berusaha untuk mewujudkan keinginan mereka tersebut. Sedangkan pemberani adalah mereka yang bermimpi dan mau menanggung berbagai macam konsekuensi dari mimpi mereka tersebut. Meskipun konsekuensi yang harus mereka hadapi sangat berat dan sangat beresiko.
    Tanggal 24 Maret nanti aku akan wisuda, sebenarnya tidak ada yang spesial bagiku pada momen itu selain agar orang tuaku bisa sedikit tersenyum melihat anaknya lulus. Wisuda bagiku hanya sebuah  peralihan dari tanggung jawab satu menuju tanggung jawab yang lain, seperti kebanyakan momen lain dalam hidup. Kalau ditarik benang merah, hidup adalah proses bergerak dan berpindahnya  manusia dari suatu masalah menuju masalah yang lain. Dan dalam hal ini akhirnya aku berhasil menyelesaikan masalahku saat ini, meskipun aku lihat beberapa teman masih ada saja yang masih belum berani  untuk menghadapi  masalah ini.
    Dalam beberapa hari terakhir sudah tidak terhitung berapa banyak orang yang bertanya, dimana aku kerja, atau sudah melamar kerja dimana saja aku. Bosan juga menanggapi pertanyaan itu. Karena yang jelas sampai saat ini aku belum melamar kerja, dan insya allah tidak akan melamar kerja(tsabit qulubbanaa ya Allah). Sepertinya dunia bisnis lebih membuatku tertarik jika dibandingkan aku harus menajadi agen-agen korporasi. Entah kenapa meskipun sudah beberapa kali bisnis dan sudah tak terhitung lagi berapa kali rugi tidak membuatku trauma akan bisnis, bahkan malah semakin kecanduan dengan bisnis.
    Bicara tentang bisnis adalah bicara tentang bangun pagi, bicara tentang sakit kepala berhari hari karena dagangan tidak laku, bicara tentang sedikitnya waktu tidur karena harus berpikir, bicara tentang rasa gengsi dan malu yang harus ditepis ketika menawarkan dagangan, dan bicara tentang mental yang harus diuji ketika dagangan kita ditertawakan orang. Sehingga hanya orang-orang yang sabar dan persisten saja yang mampu bertahan dalam menghadapi dunia bisnis tersebut. Dunia bisnis bukan untuk mereka yang pengecut dan bukan untuk mereka yang suka lari dari tanggung jawab. Namun dunia bisnis adalah dunia orang orang yang menempatkan perjuangan di atas segala-galanya, dan dunia orang yang menempatkan proses jauh lebih tinggi jika dibandingkan hasil.

quote

Monday, March 12th, 2007

my favorite quote for the last few days :

living fully means jumping into the
unknown, dying to all our past and future ideals, and being present
with things just as they are
(Joseph Goldstein and Jack Kornfield)