dia

diajaknya diriku
berdendang bersama gemericik air
bersenandung bersama rerumputan
mengalun bersama nafas alam

diremukkannya diriku
hingga menjadi butir-butir halus tanpa beban
bebas melayang menelanjangi setiap sudut alam
setinggi puncak gunung
sedalam dasar samudera

dilarutkannya diriku
sampai menyatu dengan kabut
yang darinya setetes embun kesejukan muncul
dan seberkas senyum pagi berpendar

namun sampai kapan kesejatian ini bertahan ???

Leave a Reply