Archive for April, 2007

waiting for the rain to pass

Monday, April 30th, 2007

What a useless week in my life …

This week was supposed to be my great week, but the reality said no, it was my bloody week. Waiting for something that i can not do anything to realize it after all as it will flow without my will. All my businesses stuck now, not stuck in a "worst" condition, but it is still waiting for the approval of my proposal from the investors. In the other hand, my obsession taking the postgraduate program in Holland seems to be realized. I will make a submission to take a Master Program in University of Twente after I got the scholarship information in Scholarship Expo this week in Parijs Van Java Mall.

being a great man

Tuesday, April 24th, 2007

    Been more than 3 days perhaps i have been in Bandung already. There are a lot of tasks I have not done yet. C’mon lutfi think … think … create something BIG in your life. Do not ever want to be an ordinary man. You have incredible potential energy that can be used to reach what you want in life. You are unique, no one in the world is similar with you, so you have a unique way to  success, a unique way in playing roles, and a unique way in thinking,  so do not ever defer to anyone in the way you think easily. To create something new that have not ever been existed in the world, we should have a new way in thinking, a new way in approaching and a new way in constructing. So if you have a brave to be different, you have a basic resource to be a GREAT MAN !!!!

kembali ke Bandung dengan sebuah harapan

Sunday, April 22nd, 2007

.//access network laboratory stttelkom
.//listening to Dave Koz : Together Again

    Dayeuh Kolot here i come (again) … Setelah beberapa minggu berada di Solo dan Jogjakarta dengan seabreg kegiatan yang melelahkan akhirnya aku kembali lagi ke Bandung. Bukan untuk melarikan diri dari kesibukan, namun kembali untuk mencoba berkarya. Pekerjaan di Solo dan Jogjakarta sementara sudah selesai, tinggal menunggu kepastian dari beberapa pihak. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, dari mulai hampir ditipu orang dalam berbisnis, sampai dengan bagaimana rasa sakit ketika kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, padahal jika dihitung secara matematis seharusnya bisa kita dapatkan.
    Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari keputusanku untuk tetap mengambil jalur bisnis sebagai jalan utama hidupku. Pelajaran-pelajaran yang benar-benar aku rasakan selama ini adalah pertama, bagaimana bisnis mampu mengasah kesabaran dan kedewasaan kita. Banyak variabel dan parameter yang mempengaruhi keberhasilan dalam bisnis, parameter tersebut bukan hanya berasal dari diri kita, namun banyak parameter yang berasal dari luar. Nah disinilah kita belajar untuk menerima segala sesuatu yang sebenarnya tidak inginkan ketika berbagai macam proses sudah kita lalui. Bisa jadi kita telah melakukan proses yang ada dengan sebaik mungkin, bahkan kita sudah merasa perfect, namun seringkali hal tersebut tidak cukup untuk mengubah kondisi yang ada. Di saat-saat itulah kesabaran kita dilatih. Pelajaran yang kedua adalah, bagaimana bisnis mampu membangkitkan ruhiyah yang selama ini jatuh. Rezeki ada di tangan Tuhan. Apalagi bisnis sangat identik dengan sesuatu yang belum pasti. 1+1 belum tentu 2 dalam bisnis, karena jika Tuhan mengehendaki hasilnya adalah 0 maka yang terjadi hasilnya adalah 0. Banyak hal yang tidak bisa di hitung dengan matematika. Berangkat pagi, kerja keras, pulang malam, tidak menjamin hasil finansial kita dapatkan sesuai dengan yang kita inginkan. Nah di saat ketidakpastian yang terjadi itulah kita merasa tergantung dengan sang Penentu nasib yaitu Tuhan. Pelajaran yang ketiga adalah bagaimana bisnis mampu membuat orang proaktif. Bagaimana tidak proaktif, orang kalau kita tidak kerja kita tidak akan mendapat apa-apa. Dan berbagai macam pelajaran-pelajaran yang tidak bisa aku tulis sepenuhnya di sini.
    Waktu menyadarkan aku, bagaimana mimpi mampu membuat kita melakukan
tindakan-tindakan yang kadang dinilai orang nekat, bagaimana mimpi
mampu memompa energi yang selama ini tertidur, dan bagaimana mimpi
mampu membuat orang tidak cepat puas dengan hasil yang baru dicapai.
    Kadang aku berpikir, bagaimana mental orang-orang seperti Kolonel Herland Sanders, Steve Jobs, Bill Gates, Matsushita, Soichiro Honda dll yang begitu luar biasa dalam menghadapi dan melalui berbagai macam proses yang ada. Dan akhirnya aku baru sadar akan kebenaran berkataan seorang Gede Prama, hanya dengan mimpi, keyakinan, dan kerja keras mampu membuat kita menjadi peletak batu peradaban.

sejumput sinar

Tuesday, April 17th, 2007

solo hari ini…
./listening to Jamie Cullum : Mind Tricks

Entah kenapa sang mentari engkau begitu cepat berlalu akhir-akhir ini. Apakah engkau ingin cepat-cepat meninggalkanku sapuan sinarmu ??? Ataukah engkau ingin memberitahuku untuk sesegera mungkin menjemput kedewasaan ku yang sudah lama menanti ???

Setiap yang ada di dunia selalu memiliki bayang-bayang, dan kedewasaan mempunyai bayang-bayang pelajaran hidup yang tidak setiap orang mau untuk melaluinya. Lalu apakah sinarmu hari ini akan memperjelas dimana bayang-bayang itu agar aku bisa melaluinya ???

solo beberapa detik terakhir

Friday, April 13th, 2007

– Solo, 11 April 2007 –
./listening to  kerispatih : kita dan dunia
My apologizes for lack uf update since my last post. Well the truth is, there were a lot of things i had to do in my last few days.  I am to busy to update my blog anyway.

– Solo, 12 April 2007 –
./listening to level 42 : love games
Sudahkah aku katakan padamu bahwa matahari sudah bosan dengan awan yang menutupinya ? dan rumputpun sudah rindu dengan sapuan sinarnya. Kembali jiwaku rindu akan waktu yang sudah berlalu. Perasaan itu semakin kuat seiring sesuatu yang baru yang datang silih berganti mengisi hari-hariku. Terkadang hati ini bertanya, kenapa rasa itu semakin kuat rasa sakitnya manakala kita ingin melupakannya. Apakah memang rasa itu dibangun dengan perasaan sakit yang semakin dalam dan semakin kuat?

– Solo, 13 April 2007 –
./listening to kerispatih : cuma manusia
    Seperti biasa Solo hari ini panas.  Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan untuk beberapa hari ke depan. Pertemuan dengan kawan lama di Solo Grand Mall ternyata membawa sedikit angin segar terhadap usahaku. Semakin aku percaya bahwa persahabatan dapat menjadi kunci pintu dari beberapa hal, dan rejeki adalah salah satu pintu yang mungkin terbuka dengan persahabatan.
    Target akhir bulan ini satu usaha harus sudah aku pancangkan di kota tempat aku tumbuh dan berkembang, Solo. Seringkali godaan muncul ditengah padatnya aktivitas. Dari rasa rindu dengan teman-teman di kampus sampai dengan keinginan untuk kembali ke Bandung. Bandung memang seperti sebuah magis yang mampu menyihir seiapapun untuk kembali kepadanya. Banyak kenangan manis dan pahit yang terbingkai di kota tersebut. Sampai sekarang aku masih memutuskan untuk menjadikan bandung sebagai kota tempat tinggal aku nanti. Meskipun keinginan tersebut harus aku tunda untuk saat ini.
    Keputusan untuk tidak melamar pekerjaan satupun memang mempunyai konsekuensi yang sangat berat. Dari rasa malu ketika di rumah, rasa ingin untuk mendapatkan penghasilan rutin di saat tidak punya uang, sampai dengan ketakutan-ketakuan di saat harus secepatnya mengakhiri masa lajang. Ehm ehm.. berbicara mengenai mengakhiri masa lajang nih… mendadak beberapa hari terakhir perencanaanku terkait dengan hal tersebut semakin tidak jelas. Sepertinya dari dulu semakin mundur saja dari target, belum adanya ladang rezeki yang rutin adalah salah satu penyebab utamanya. Jangan-jangan benar perkataan seorang teman, bisa jadi rezeki yang rezeki yang selama ini masih tersimpan di atas butuh dua orang untuk menjemputnya ;) mengingat banyak kasus yang terjadi memang seperti itu. Namun apakah kasus tersebut juga harus menimpa ku ? Kita lihat nanti sajalah, yang penting sekarang do the best saja terhadap pekerjaan yang ada di depan mata. Tapi kalau memang sampai setahun ini tidak terlihat berhasil juga yaa…hush, ayo phie g usah mikir macem-macem, lanjutin aja kerjaannya !!

finally the day has come !

Saturday, April 7th, 2007

    Gosh, finally I will leave Bandung this evening. There are a lot of appointments have waited for me for long. It’s a hard decision that i have to take that i will not apply any jobs from any companies. I’ve decided that i will build my own company and my own dream. And my decision to leave Bandung is a starting point for me and my real action to start reaching my dreams in life. Hope Allah bless me and my decision…

what a ^&#**() weekend

Thursday, April 5th, 2007

It feels like ages since my last post. It’s funny how time can suddenly sweep away  without you realizing it. The most horrible thing in passing my whole time in my days is doing something useless while i’m waiting for the next activities ‘coz i’m boring.  For the sanguinist(i hope i spell it well) like me, boredom is a demon inward my self who cut off my hopes slower and slower until the last cut.
    I ought to be in Jogjakarta right now, doing all my plans in my "have to do list", meeting with my brother and say hello to him, practicing to be an expert driver, and another job due to my business. It’s all because of the long weekend due to easter that makes me be late in going home. Ahhh, hope it will get better in Saturday, ‘coz i will try it again in that day ….   

Limitation and Belief are the Keys

Sunday, April 1st, 2007

    Ada manusia-manusia yang tidak pernah merasa puas ketika memiliki banyak kekurangan yang bersifat gift dari Tuhan. Kekurangan yang sudah ada sejak dia dilahirkan di dunia. Ada yang tidak puas dengan rambut keritingnya sehingga dia merasa perlu untuk meluruskannya. Ada yang rendah diri karena bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga harus mengikuti operasi plastik. Dan berbagai bentuk ketidakpuasan atas pemberian sang pencipta yang lain sehingga manusia tersebut rela melakukan apapun asalkan dapat mengubah pemberian tersebut.
    Seringkali kekurangan dianggap sebagai sebuah batu sandungan yang menyebabkan orang putus asa dan tidak berani untuk bermimpi dan bercita-cita besar. Sehingga kalau kita lihat realita yang ada di dunia, manusia-manusia yang penuh kekurangan cenderung rendah diri dan merasa tidak pantas untuk berhasil dalam hidup.

    Namun ketika keheningan dan ketenangan batin berbicara,maka seolah keheningan itu bertutur bahwa Tuhan telah memberikan kesempurnaan dan kesempatan dalam kekurangan-kekurangan itu. Saya tidak berbicara tentang pasrah di sini, saya tidak berbicara tentang bagaimana menerima kekurangan yang ada dengan apa adanya. Namun saya akan berbicara tentang kenapa kita wajib bersyukur, bahkan sangat berterima kasih kepada Tuhan atas kekurangan yang ada dalam diri kita.

    Mungkin terdengar aneh ketika saya berbicara tentang kesempatan yang bisa kita miliki ketika kita memiliki kekurangan. Karena sudah menjadi hal yang lumrah ketika kita berbicara tentang kesempatan ketika kita mempunyai kelebihan, sehingga akan terdengar aneh ketika kita berbicara tentang kesempatan yang kita miliki ditengah kekurangan kita.   

penasaran … tunggu aja kelanjutan tulisan ini….