kembali ke Bandung dengan sebuah harapan

.//access network laboratory stttelkom
.//listening to Dave Koz : Together Again

    Dayeuh Kolot here i come (again) … Setelah beberapa minggu berada di Solo dan Jogjakarta dengan seabreg kegiatan yang melelahkan akhirnya aku kembali lagi ke Bandung. Bukan untuk melarikan diri dari kesibukan, namun kembali untuk mencoba berkarya. Pekerjaan di Solo dan Jogjakarta sementara sudah selesai, tinggal menunggu kepastian dari beberapa pihak. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, dari mulai hampir ditipu orang dalam berbisnis, sampai dengan bagaimana rasa sakit ketika kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, padahal jika dihitung secara matematis seharusnya bisa kita dapatkan.
    Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari keputusanku untuk tetap mengambil jalur bisnis sebagai jalan utama hidupku. Pelajaran-pelajaran yang benar-benar aku rasakan selama ini adalah pertama, bagaimana bisnis mampu mengasah kesabaran dan kedewasaan kita. Banyak variabel dan parameter yang mempengaruhi keberhasilan dalam bisnis, parameter tersebut bukan hanya berasal dari diri kita, namun banyak parameter yang berasal dari luar. Nah disinilah kita belajar untuk menerima segala sesuatu yang sebenarnya tidak inginkan ketika berbagai macam proses sudah kita lalui. Bisa jadi kita telah melakukan proses yang ada dengan sebaik mungkin, bahkan kita sudah merasa perfect, namun seringkali hal tersebut tidak cukup untuk mengubah kondisi yang ada. Di saat-saat itulah kesabaran kita dilatih. Pelajaran yang kedua adalah, bagaimana bisnis mampu membangkitkan ruhiyah yang selama ini jatuh. Rezeki ada di tangan Tuhan. Apalagi bisnis sangat identik dengan sesuatu yang belum pasti. 1+1 belum tentu 2 dalam bisnis, karena jika Tuhan mengehendaki hasilnya adalah 0 maka yang terjadi hasilnya adalah 0. Banyak hal yang tidak bisa di hitung dengan matematika. Berangkat pagi, kerja keras, pulang malam, tidak menjamin hasil finansial kita dapatkan sesuai dengan yang kita inginkan. Nah di saat ketidakpastian yang terjadi itulah kita merasa tergantung dengan sang Penentu nasib yaitu Tuhan. Pelajaran yang ketiga adalah bagaimana bisnis mampu membuat orang proaktif. Bagaimana tidak proaktif, orang kalau kita tidak kerja kita tidak akan mendapat apa-apa. Dan berbagai macam pelajaran-pelajaran yang tidak bisa aku tulis sepenuhnya di sini.
    Waktu menyadarkan aku, bagaimana mimpi mampu membuat kita melakukan
tindakan-tindakan yang kadang dinilai orang nekat, bagaimana mimpi
mampu memompa energi yang selama ini tertidur, dan bagaimana mimpi
mampu membuat orang tidak cepat puas dengan hasil yang baru dicapai.
    Kadang aku berpikir, bagaimana mental orang-orang seperti Kolonel Herland Sanders, Steve Jobs, Bill Gates, Matsushita, Soichiro Honda dll yang begitu luar biasa dalam menghadapi dan melalui berbagai macam proses yang ada. Dan akhirnya aku baru sadar akan kebenaran berkataan seorang Gede Prama, hanya dengan mimpi, keyakinan, dan kerja keras mampu membuat kita menjadi peletak batu peradaban.

Leave a Reply