Limitation and Belief are the Keys
Ada manusia-manusia yang tidak pernah merasa puas ketika memiliki banyak kekurangan yang bersifat gift dari Tuhan. Kekurangan yang sudah ada sejak dia dilahirkan di dunia. Ada yang tidak puas dengan rambut keritingnya sehingga dia merasa perlu untuk meluruskannya. Ada yang rendah diri karena bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga harus mengikuti operasi plastik. Dan berbagai bentuk ketidakpuasan atas pemberian sang pencipta yang lain sehingga manusia tersebut rela melakukan apapun asalkan dapat mengubah pemberian tersebut.
Seringkali kekurangan dianggap sebagai sebuah batu sandungan yang menyebabkan orang putus asa dan tidak berani untuk bermimpi dan bercita-cita besar. Sehingga kalau kita lihat realita yang ada di dunia, manusia-manusia yang penuh kekurangan cenderung rendah diri dan merasa tidak pantas untuk berhasil dalam hidup.
Namun ketika keheningan dan ketenangan batin berbicara,maka seolah keheningan itu bertutur bahwa Tuhan telah memberikan kesempurnaan dan kesempatan dalam kekurangan-kekurangan itu. Saya tidak berbicara tentang pasrah di sini, saya tidak berbicara tentang bagaimana menerima kekurangan yang ada dengan apa adanya. Namun saya akan berbicara tentang kenapa kita wajib bersyukur, bahkan sangat berterima kasih kepada Tuhan atas kekurangan yang ada dalam diri kita.
Mungkin terdengar aneh ketika saya berbicara tentang kesempatan yang bisa kita miliki ketika kita memiliki kekurangan. Karena sudah menjadi hal yang lumrah ketika kita berbicara tentang kesempatan ketika kita mempunyai kelebihan, sehingga akan terdengar aneh ketika kita berbicara tentang kesempatan yang kita miliki ditengah kekurangan kita.
penasaran … tunggu aja kelanjutan tulisan ini….
April 8th, 2007 at 6:57 pm
tekadang walau hidup ini berhenti jangan malu walau seperti kata chairil anwar
maju..
maju..
karena berhenti atau mundur berarti mati..
jangan lupa tengok tetangga kita bagaimana mereka semua menjalani kehidupan dan perjuangan demi seasap nasi