solo beberapa detik terakhir
– Solo, 11 April 2007 –
./listening to kerispatih : kita dan dunia
My apologizes for lack uf update since my last post. Well the truth is, there were a lot of things i had to do in my last few days. I am to busy to update my blog anyway.
– Solo, 12 April 2007 –
./listening to level 42 : love games
Sudahkah aku katakan padamu bahwa matahari sudah bosan dengan awan yang menutupinya ? dan rumputpun sudah rindu dengan sapuan sinarnya. Kembali jiwaku rindu akan waktu yang sudah berlalu. Perasaan itu semakin kuat seiring sesuatu yang baru yang datang silih berganti mengisi hari-hariku. Terkadang hati ini bertanya, kenapa rasa itu semakin kuat rasa sakitnya manakala kita ingin melupakannya. Apakah memang rasa itu dibangun dengan perasaan sakit yang semakin dalam dan semakin kuat?
– Solo, 13 April 2007 –
./listening to kerispatih : cuma manusia
Seperti biasa Solo hari ini panas. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan untuk beberapa hari ke depan. Pertemuan dengan kawan lama di Solo Grand Mall ternyata membawa sedikit angin segar terhadap usahaku. Semakin aku percaya bahwa persahabatan dapat menjadi kunci pintu dari beberapa hal, dan rejeki adalah salah satu pintu yang mungkin terbuka dengan persahabatan.
Target akhir bulan ini satu usaha harus sudah aku pancangkan di kota tempat aku tumbuh dan berkembang, Solo. Seringkali godaan muncul ditengah padatnya aktivitas. Dari rasa rindu dengan teman-teman di kampus sampai dengan keinginan untuk kembali ke Bandung. Bandung memang seperti sebuah magis yang mampu menyihir seiapapun untuk kembali kepadanya. Banyak kenangan manis dan pahit yang terbingkai di kota tersebut. Sampai sekarang aku masih memutuskan untuk menjadikan bandung sebagai kota tempat tinggal aku nanti. Meskipun keinginan tersebut harus aku tunda untuk saat ini.
Keputusan untuk tidak melamar pekerjaan satupun memang mempunyai konsekuensi yang sangat berat. Dari rasa malu ketika di rumah, rasa ingin untuk mendapatkan penghasilan rutin di saat tidak punya uang, sampai dengan ketakutan-ketakuan di saat harus secepatnya mengakhiri masa lajang. Ehm ehm.. berbicara mengenai mengakhiri masa lajang nih… mendadak beberapa hari terakhir perencanaanku terkait dengan hal tersebut semakin tidak jelas. Sepertinya dari dulu semakin mundur saja dari target, belum adanya ladang rezeki yang rutin adalah salah satu penyebab utamanya. Jangan-jangan benar perkataan seorang teman, bisa jadi rezeki yang rezeki yang selama ini masih tersimpan di atas butuh dua orang untuk menjemputnya
mengingat banyak kasus yang terjadi memang seperti itu. Namun apakah kasus tersebut juga harus menimpa ku ? Kita lihat nanti sajalah, yang penting sekarang do the best saja terhadap pekerjaan yang ada di depan mata. Tapi kalau memang sampai setahun ini tidak terlihat berhasil juga yaa…hush, ayo phie g usah mikir macem-macem, lanjutin aja kerjaannya !!
April 14th, 2007 at 2:04 am
emang…..pemuda tuh kalo blm nikah, pasti akal kurang sehat.
sebagai sahabat khan aku pernah bilang, ada kalanya emang rezeki itu kuncinya baru ada ketika udah menikah.
tapi sekarang belum saatnya km berpikir apakah itu terjadi pada kamu…lagian khan baru seminggu ini.
tapi laen lagi ceritanya kalo kejadian yang kita khawatirkan masih saja terjadi 6 bulan ke depan…mau ga mau berarti harus…..dan wajib hukumnya
April 15th, 2007 at 11:40 pm
Huahahaha….gun gun….