sendiri di ruang sepi

Untuk engkau yang membawa satu dari sepasang sayapku. Sudah cukupkah engkau bersembunyi dan hanya mampu berbisik tentang manifestasi cinta ? Akan engkau bawa kemana lagi jiwa ini setelah sekian lama engkau ombang-ambingkan dalam lingkaran nafsu dan keinginan ? Bukankah makna cinta itu adalah sebuah kesiapan untuk menerima berbagai tangung jawab dan beban suci ?

Untuk engkau yang masih menyimpan sebagian nafasku sehingga membuat diriku tidak sempurna. Bukankah kesempurnaan itu adalah ketika kita gantungkan biduk ini dalam sebuah bingkai suci, aku gantungkan jiwaku di satu sisi dan engkau gantungkan jiwamu di sisi yang lain sehingga kita bisa saling menyempurnakan ?

One Response to “sendiri di ruang sepi”

  1. gOEn Says:

    Ehm…..rupamu le..le…

    piye arep konkrit nek isine mung merintih dan mengeluh..

    kejar men!!! dekati!!! incar sasaran…

    jangan cuma koar-koar disini…’dia’ ga akan tau kalo km masih sayang..

    mending dipastiin dl statusnya gmn, kalo tyt emang bener-bener ‘kosong’ kan masih ada kesempatan buat dirimu masuk dalam ruang hatinya..

Leave a Reply