Tergantung
Wednesday, November 7th, 2007 Tidak banyak sekolah formal yang mengajarkan bagaimana mencari ide yang baik. Sekolah formal terlalu sering menekankan what is it to be learned bukan how is it to be learned. Sehingga yang terjadi adalah sekolah tidak jauh dari pelajaran menghafal dan menghafal, tidak banyak sekolah yang mengajarkan bagaimana cara berpikir. Kita lihat saja fenomena yang terjadi pada sekolah formal terutama fenomena ini sangat terlihat pada sekolah-sekolah ilmu sosial salah satunya adalah sekolah manajemen. Pada umumnya siswa masih berkutat dengan memperdebatkan apakah itu manajemen, bagaimana menjadi manajer yang baik, bagaimana mengelola keuangan perusahaan dengan baik, yang tentunya semuanya itu harus sesuai dengan buku. Manajemen adalah sebuah ilmu terapan yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Sesuatu yang sangat naif atau tidak masuk akal pada ilmu manajemen saat ini suatu ketika bisa menjadi suatu fakta dan kebenaran yang mencengangkan. Sebagai contoh, tidak pernah terbayangkan sebelumnya ketika awal-awal perkembangan software, software yang dibuat dengan susah payah akan diberikan kepada user dengan gratis. Sampai muncul sebuah breakthrough dari seorang Richard Stallman dan Linus Torvalds yang memunculkan GNU dan Linux. Banyak model manajemen yang dulu sangat bertentangan dengan teori tapi sejalan dengan waktu ternyata teori-teori tersebut yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Nah, sekolah-sekolah saat ini terlalu banyak mencetak manusia-manusia pengikut teori terkini, yang tetap setia dengan teori ini salah itu benar, ini sesuai teori itu tidak sesuai teori, dengan mengabaikan bahwa dunia selalu dinamis dan berubah. Sekolah formal jarang menghargai seseorang yang mempunyai pemikiran yang bertentangan dengan keyakinan orang kebanyakan. Dalam manajemen kita berbicara tentang sebuah ilmu sosial, bukan ilmu eksakta yang bernilai benar atau salah, satu atau nol. Tapi kenapa sekolah formal dengan angkuhnya mengatakan ini benar atau itu salah kepada pemikiran seseorang hanya karena tidak ada teori dari para ahli terkemuka yang setuju dengan pendapatnya. Maka bagi saya pilihan untuk menjadi seorang akademisi sangat berat, karena ada kecenderungan bahwa menjadi kaum akademisi berarti harus siap untuk menjadi pengikut setia terhadap teori-teori terkini, tanpa memberikan ruang bagi dia untuk berpikir merdeka.
Lalu bagaimana solusinya ? Bagi saya hanya satu pilihan, semua harus menjadi pelaksana, semua harus menjadi praktisi. Management is an art. Tidak ada patokan yang bisa mengatakan ini benar itu salah, semua sangat cair,sangat adaptif terhadap kondisi, jadi bagi saya semua jawaban bagi pertanyaan pada ilmu sosial terutama manajemen adalah TERGANTUNG.